Sabtu, 18 Oktober 2008

Simpan Yang Perlu Saja!

Pindahan rumah.
Ini sudah yang ke beberapa kali, saya mesti pindah rumah, sejak tinggal di Batam.
Tentu saja tak pernah bosan, apalagi kali ini, pindah ke rumah sendiri.

Pindahan rumah.
Tentu yang paling repot adalah membawa barang2 yang akan dipakai di rumah baru.
Untuk itu, barang2 mesti dipilih.
Yang masih akan dipakai, disiapkan untuk dibawa.
Yang tidak akan dipakai, siap2 untuk dibuang.

Pindahan rumah.
Walah, ternyata di dalam rumah itu banyak banget ditemukan barang2 yang sudah tidak perlu lagi dipakai. Yang sebenarnya ndak ada lagi fungsinya.
Hanya karena waktu itu masih merasa sayang, ya akhirnya disimpan.
Mungkin waktu itu berpikir suatu saat akan bisa dipakai, jadi ya main taruh aja.

Pindahan rumah.
Apa yang terjadi?
RUmah nampak seperti gudang.
Makanya koq terasa sempit kali itu rumah.
Rupanya banyak barang yang tak perlu lagi.

Pindahan rumah.
Coba pengalaman menerapkan 5S di pabrik diterapkan juga di rumah.
Barangkali rumah akan terasa nyaman.
Mungkin akan betah berlama-lama di rumah.

Pindahan rumah.
Ambil saja yang perlu.
Buang yang tidak perlu.
Mari, pindah rumah dengan riang gembira...

Sabtu, 11 Oktober 2008

Do it yourself!


Jika kamu ingin sesuatu dilakukan dengan baik, lakukanlah sendiri!

If you want a thing well done, do it yourself!

Senin, 29 September 2008

Rabu, 24 September 2008

KELEDAI BODOH

Saya bingung ajah...
Bingung melihat mereka yang masih saja tidak mau belajar dari kesalahan.
Kesalahan yang dilakukan pada saat proses produksi, tentu mengakibatkan produk rusak. Biasa kan.
Bila terjadi produk rusak, tentu tak bisa dijual.
Bila tak bisa jual, tentu tak ada pemasukan.
Bila tak ada pemasukan, tentu tak dapat gajian.
Rasanya sesimpel itu kan urut-urutannya?

Namun, masih saja mereka melakukan kesalahan.
Anehnya ini bukan kesalahan baru, tapi kesalahan yang pernah dilakukan itu terulang kembali.
Eh bukan, tepatnya dilakukan kembali.
Ini bukannya tak disengaja, tapi mereka yang ceroboh, tidak mau memperhatikan tata cara berproduksi yang semestinya.
Sederhana banget.

Kata orang bijak: hanya keledai bodohlah yang terperosok pada lubang yang sama dua kali.
Jadi, kalau tidak mau dibilang keledai bodoh, tentunya tidak perlu melakukan kesalahan yang sama dua kali, bahkan lebih. Betul tak?

Barangkali kalau kita mau menyiapkan bahan dan peralatannya dengan baik,
Barangkali kalau kita mau melakukan sesuatu dengan urut-urutan yang sesuai,
Barangkali kalau kita mau melakukannya dengan tata cara yang benar,
Barangkali kalau kita mau memperhatikan kesalahan yang pernah dibuat,
Semuanya akan berbeda.
Tak ada lagi produk rusak.
Tak ada lagi biaya yang terbuang.
Tak ada lagi hal percuma.
Dan tak ada lagi yang namanya keledai bodoh itu!

Jumat, 19 September 2008

BELAJAR DARI SOCRATES

Kedukaan bisa datang dari ucapan yang tidak direncanakan, atau
telinga yang lupa menutup diri. Saya sering mengalami ini. Berbincang
dengan rekan-rekan, saling melempar canda, lalu, dari saling cerita
itu, duka bisa diam-diam menyelinap, ketersinggungan pun muncul tiba-tiba.
Dan luka datang tanpa dipanggil.

******

Suatu pagi, seorang pria mendatangi Sokrates, dan dia
berkata, "Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah
seorang teman Anda?"

"Tunggu sebentar," jawab socrates. "Sebelum memberitahukan saya
sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil. ujian tersebut
dinamakan saringan tiga kali."

"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut.

"Betul," lanjut Socrates. "Sebelum Anda mengatakan kepada saya
mengenai teman saya, mungkin merupakan hal yang bagus bagi kita untuk
menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan Anda katakan.
Itulah kenapa saya sebut sebagai saringan tiga kali.

"Saringan yang pertama adalah `kebenaran`. Sudah pastikah bahwa
apa yang anda akan katakan kepada saya adalah kepastian kebenaran?"

"Tidak," kata pria tersebut, "Sesungguhnya saya baru saja
mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda".

"Baiklah," kata Socrates. "Jadi Anda sungguh tidak tahu apakah hal
itu benar atau tidak. Hmm... sekarang mari kita coba saringan kedua
yaitu `kebaikan`. Apakah yang akan Anda katakan kepada saya mengenai
teman saya adalah sesuatu yang baik?"

"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk".

"Jadi," lanjut Socrates, "Anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu
yang buruk mengenai dia, tetapi Anda tidak yakin kalau itu benar.
hmmm... Baiklah Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,
yaitu `kegunaan`. Apakah yang Anda ingin beritahukan kepada saya
tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?"

"Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.

"Kalau begitu," simpul Socrates, "Jika apa yang Anda ingin
beritahukan kepada saya... tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak
berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya?"

(Cerita socrates tadi di-copy paste dari sebuah email yg dikirim oleh tukangnt@***.com)